Mudah Dan Stylish Mengenakan Scarf

Siapa yang tidak tahu dengan scarf/syal? Aksesoris yang satu ini menjadi aksesoris wanita yang multi guna atau bisa dipakai dengan berbagai macam gaya. Scarf dapat menjadi aksesoris yang benar-benar bisa mengubah penampilan seorang wanita. Dipadukan dengan busana casual maupun formal, selalu ada kesan berbeda yang ditangkap.
Berbeda bahan scarf sebenarnya berbeda pula hasil tampilannya, tetapi Anda harus tahu bagaimana cara memakainya. Jika Anda ingin bisa tampil trendy dengan scarf, Anda tidak harus memiliki semua jenis scarf yang dijual di toko. Cukup beberapa scarf dengan warna dan/atau motif yang berbeda anda sudah bisa menjadikan scarf yang anda miliki menjadi aksesoris yang fashionable dan tidak membosankan. Berikut berbagai macam gaya menggunakan scarf yang mungkin bisa bermanfaat untuk anda.

1. Turban Style Head Wrap
Bosan menggunakan scarf di leher? Gaya ini mungkin bisa jadi pilihan alternatif untuk Anda. Gunakan scarf sebagai penghias kepala Anda dengan gaya Turban yang minimalis. Sebaiknya gunakan scarf yang bahannya tidak licin sehingga memudahkan Anda untuk mengatur scarf di kepala Anda. Cukup ikat dan gulung memutar di kepala Anda dan viola! Anda kini memiliki penampilan yang berbeda dan gaya dengan scarf lama anda sekalipun.


2. Double Wrap French Knot
Gaya ini banyak dipopulerkan oleh selebriti-selebriti wanita baik di dalam maupun di luar negeri. Gayanya yang simple dan terlihat elegant membuat banyak wanita menggemari pemakaian scarf dengan gaya ini. Ambillah scarf sutera persegi kemudian lipat menjadi persegi panjang tipis dengan lebar yang Anda inginkan untuk menutupi leher Anda. Tempatkan scarf di leher bagian depan, putar mengelilingi leher melewati dua ujung scarf di belakang leher Anda dan bawa kembali ke depan. Ikat simpul di salah satu sisi leher dan sesuaikan ujung scarf hingga tampak rapi.



3. Infinity Shrug
Scarf infinty telah menjadi populer beberapa tahun belakangan ini. Anda mungkin memakainya dengan lingkaran ganda atau triple di leher Anda. Untuk gaya yang bervariasi Anda dapat memakai scarf ini dengan memegang scarf di belakang punggung Anda dan memasukkan lengan Anda disetiap lingkaran. Gaya ini sangat berguna dan nampak stylish jika dipadukan dengan gaun tanpa lengan.


4. Belt With Scarf
Buatlah scarf anda menjadi sabuk Anda. Ya, salah satu pilihan menarik dan unik untuk memakai scarf yang anda miliki. Bungkus sabuk Anda dengan scarf sutera persegi panjang dengan cara melilitkan scarf Anda mulai dari bagian sisi samping sabuk yang sedang Anda kenakan sampai ke bagian sisi samping satunya, kemudian buat simpul di bagian depan agar scarf tidak berubah bentuk.



5. Grecian-Inspired Look
Untuk gaya yang satu ini anda harus berani tampil beda. Tampil ala wanita Yunani dengan scarf putih polos merupakan salah satu pilihan gaya berbusana Anda agar tampil berbeda. Cukup ulurkan scarf di salah satu bagian pundak Anda dan atur sedemikan rupa hingga terlihat rapi lalu sematkan sabuk di tempatnya. Sekarang Anda bisa bergaya seperti wanita Yunani dengan cara yang mudah, kan?



Jenis-Jenis Denim


Denim merupakan bahan baku pembuatan busana jins (jeans). Kain denim merupakan satu keluarga dengan kain kanvas, hanya saja kain denim lebih dulu dikenal. Kain ini termasuk katun namun kasar sehingga pada mulanya hanya digunakan untuk busana pekerja tambang. Daerah Genoa Italia merupakan pembuat pertama kali celana dari bahan denim. Orang-orang Perancis sebagai pembeli menyebutnya celana Genoa yang dalam pengucapannya kata Genoa dalam bahasa Perancis dibaca Genes dan oleh orang Inggris disebut Jeans. Sedangkan masyarakat Indonesia menyebutnya Jins. Kain ini terbuat dari katun dan wol atau campuran linen. 

Terdapat beberapa jenis kain denim atau jeans yaitu dry denim (raw denim), prewash denim (kain jeans prewash), black coated denim, dan Selvage Denim. Untuk pewarnaan kain jeans terdiri dari dua macam yaitu dengan cara tradisional (indigo) yang umumnya bertujuan untuk memberi warna warna biru pada kain jeans. Cara yang kedua adalah dengan pewarnaan sulphur untuk menciptakan warna selain biru. 

Dry Denim (Kain jeans kering)
Jenis kain jeans yang sebelum proses pewarnaan kain jeans tidak melalui proses pencucian kain terlebih dahulu dalam hal ini kain denim yang baru selesai proses pembuatan langsung dijual. Pada dasarnya tak ada perbedaan antara denim yang sebelum masuk ke proses pewarnaan yang melalui pencucian dan yang tidak melalui pencucian, yang membedakannya adalah jenis kain jeans ini lebih kaku dibandingkan jenis kain jeans yang lainnya, dan yang lebih unik lagi jenis kain jeans ini adalah warna kain akan memudar sesuai dengan lama waktu pemakainnya, nah karena proses unik inilah yang membuat daya tarik bagi pecinta denim yang sadar akan fashion. Dry denim akan akan membentuk efek pemudarannya sesuai bentuk tubuh dan aktifitas si pemakai, untuk memfasilitasi proses ini biasanya dry denim jarang dicuci (biasa selama 6 bulan dipakai barulah celana akan dicuci) 

Prewash Denim (Kain jeans prewash)
Jenis jeans mengalami pencucian terlebih dahulu sebelum masuk proses pewarnaan kain jeans. Kain jeans ini memiliki sifat kain cenderung lebih lentur dibandingkan dengan jenis kain jeans dry denim. Tak hanya itu memudarnya jenis kain ini di bagian tertentu sesuai dengan desain yang sudah dibuat secara artificial dengan mesin-mesin dan bahan-bahan kimia. 

Black Coated Denim
Jenis kain jeans yang di dalam kainnya mengandung bahan acrylic, bahan ini memiliki sifat mengawetkan kain jeans agar lebih lama digunakan. efek yang ditimbulkan dari bahan acrylic adalah jika terkena gesekan akan menimbulkan efek mengkilap pada kain. 

Selvage atau Selvedge Denim
Jenis kain jeans yang tergolong jenis unggul dibandingkan dengan jenis kain jeans yang lainnya. Jenis kain jeans khusus yang didesain lebih lembut dan ringan, hasil tenunan lebih rapat dan lebih berat sehingga hasil jahitan menjadi rapi. Selvedge sebenarnya ada istilah yang digunakan untuk denim yg membentuk edge nya sendiri (self-edge), karena pada shuttle loom, rajutan denim dapat diselsaikan dengan loom itu sendiri, beda dengan denim yg dihasilkan dengan projectile loom, harus dipotong dan dijahit untuk menyelesaikan fabric nya. umumnya shuttle loom membutuhkan lebih banyak bahan untuk menyelesaikan fabric sehingga komposisi cotton yg digunakan lebih banyak, menjadikan bahan salvage denim lebih superior dibanding bahan denim lain.

Pakaian Yang Harus Dimiliki Wanita Karir

Dunia kerja saat ini tidak hanya dimiliki oleh kaum pria. Sekarang telah banyak kaum wanita yang bekerja atau bahkan meniti karir. Bagi wanita, penampilan pasti menjadi perhatian nomor satu. Walaupun harus disibukan dengan berbagai pekerjaan, namun para wanita karir tersebut tetap memerhatikan penampilannya. 

Wanita karir umumnya menginginkan busana kerja yang dapat mendukung penampilan untuk merepresentasikan kepribadian sekaligus profesionalitas. Selain memperhatikan unsur kenyamanan, memilih baju untuk wanita karir juga sebaiknya mencerminkan rasa percaya diri pemakainya, namun tetap memerhatikan aturan baku terutama yang telah ditetapkan oleh perusahaan, agar busana yang dikenakan selama bekerja tetap berkesan formal dan sopan.

Dalam dunia kerja, pakaian yang dipakai tidak boleh sembarangan. Setiap pakaian yang Anda pakai mewakili perusahaan Anda. Karena itu, Anda harus pintar memilih pakaian yang cocok untuk bekerja.

Biasanya kantor akan memberikan seragam pada pegawainya, namun ada juga yang tidak. Diberi seragam atau tidak, setiap pegawai wanita sebaiknya telah mempersiapkan pakaian-pakaian yang tepat untuk dipakai bekerja agar tidak panik saat hendak memakainya. Untuk itu pastikan pakaian-pakaian ini sudah ada di lemari pakaian Anda.

Kemeja Formal
Kemeja kerja jelas berbeda dengan kemeja santai. Kemeja kerja untuk wanita biasanya memiliki ukuran sedikit pas badan, kadang memiliki ruffle di dada dan lebih formal. Miliki kemeja ini dengan beberapa warna yang berbeda. Biasanya saat harus bertemu klien atau ada acara kantor, Anda membutuhkannya.

Pencil Skirt
Memiliki rok selutut yang ramping di bagian bawah adalah contoh pakaian kerja yang cocok untuk berbagai acara. Dengan atasan kemeja dan blazer, penampilan Anda sudah sangat formal. Dipadukan dengan kemeja kerja juga oke. Bahkan dengan atasan yang lebih santai masih membuat rok ini memberi kesan formal.

Pantsuit
Pantsuit adalah atasan berbentuk blazer dan bawahan celana atau rok yang memiliki bahan sama. Pakaian ini bisa Anda pilih untuk menghadiri acara-acara kantor yang tidak memerlukan seragam, atau bertemu klien saat makan malam. Kadang Anda membutuhkan pakaian ini untuk melamar kerja.

Little Black Dress
Kadang kantor memiliki pesta-pesta tertentu yang dihadiri oleh rekan kantor. Jika pesta ini diadakan di luar kantor dan memungkinkan Anda memakai dress, pemilihan dress warna hitam selalu cocok dengan banyak suasana. Milikilah satu atau dua little black dress, agar Anda tidak bingung jika tiba-tiba mendapat undangan.

Long Coat
Sedang musim hujan? Agar penampilan tetap rapi dan formal, jaket Anda yang kebesaran harus naik kelas jadi long coat. Long coat akan membuat tubuh tetap hangat tapa membuat penampilan Anda berantakan. Untuk amannya, pilih long coat dengan kancing depan agar mudah dipakai dan dilepas. Pemilihan warna cokelat atau hitam bisa jadi pilihan aman.



Mengetahui Bentuk Wajah Anda

Semua orang dilahirkan dengan bentuk wajah yang khas dan berbeda satu dengan yang lainnya. Begitu pula dengan orang-orang yang dilahirkan kembar. Mereka tidaklah sama satu sama lainnya secara keseluruhan. Salah satu anggota tubuh yang memiliki perbedaan satu dengan yang lain ialah bentuk wajah.

Dengan mengetahui bentuk wajah, Anda dapat lebih mudah menentukan potongan rambut yang sesuai, bagaimana model alis yang cocok dengan wajah, hingga kacamata yang pas. Dengan beberapa langkah di bawah ini, anda dapat mengetahui bentuk wajah Anda dan gaya apa yang paling cocok dengan Anda.

 Cara Mengetahui Bentuk Wajah 

- Langkah Pertama
Untuk mengetahui bentuk wajah mulailah dengan berdiri di depan cermin di ruangan yang dilengkapi dengam penerangan baik. Kemudian kuncir rambut Anda ke belakang atau gunakan headband. Anda harus melihat wajah Anda keseluruhan untuk dapat memerhatikan bentuknya secara jelas. Anda dapat juga menggunakan pita pengukur serta pulpen dan kertas untuk hasil yang lebih akurat. 

- Langkah Kedua Sekarang, pandanglah pantulan wajah Anda dan jawab pertanyaan-pertanyaan ini. Gunakan garis dari rambut untuk menentukan apa bentuk umum dari wajah. Apakah lebar, sedang maupun sempit.

- Langkah Ketiga
Selanjutnya buat garis imajiner sepanjang lebar dahi. Kemudian buat juga garis imajiner sepanjang rahang Anda. Apakah dahi lebih lebar dari rahang, atau mungkin sama besar, ataupun juga sebaliknya. Untuk mendapatkan hasil yang akurat, gunakan pita pengukur untuk mengukur ketepatannya. Langkah ini juga dapat membuat Anda mengetahui apakah tulang pipo merupakan bagian yang paling menonjol dibawah atau tidak.

- Langkah Keempat
Setelah itu, bandingkan panjang dan lebar wajah Anda. Dengan menggunakan pita pengukur, ukurlah mulai dari tengah rambut menuju ke dagu.

- Langkah Terakhir
Perhatikan bentuk dagu, apakah itu kotak, bulat atau lancip.

Setelah selesai melakukan langkah-langkah diatas. Anda dapat mengevaluasi hasilnya. Sesuaikan hasi yang anda dapat dengan penjelasan berikut, yaitu enam bentuk wajah dengan karakteristik uniknya masing-masing.


1. Oval
Bagian dahi lebih lebar ketimbang dagu. Panjang wajah Anda satu setengah kali lipat lebih banyak dibanding lebar pada wajah anda.

2. Bulat
Panjang dan lebar wajah hampir sama, dan pipi Anda merupakan bagian yang paling menonjol.

3. Persegi Panjang
Hampir sama dengan bentuk oval, namun lebih panjang dan tidak begitu lebar. Bentuk dagu juga lebih lancip. 

4. Kotak
Dahi dan dagu sama lebar. Rahang merupakan bagian yang paling menonjol pada wajah Anda.

5. Hati
Dahi dan tulang pipi lebih lebar dibandingkan bagian dagu. Dahi Anda juga berbentuk lancip.

6. Permata
Tulang pipi merupakan bagian yang paling dominan dibandingjkan dahi dan rahang Anda.